Integrasi Epistemologi Bayani, Burhani, dan Irfani dalam Pendidikan Islam: Analisis QS. Az-Zumar Ayat 9 dan Hadis Keutamaan Orang Berilmu
DOI:
https://doi.org/10.66052/dbdj4k39Keywords:
Integrasi Epistemologi Bayani, Burhani, dan Irfani dalam Pendidikan Islam: Analisis QS. Az-Zumar Ayat 9 dan Hadis Keutamaan Orang BerilmuAbstract
Penelitian ini mengkaji integrasi tiga pilar epistemologi Islam Bayani (tekstual), Burhani (rasional), dan Irfani (spiritual) dalam kerangka pendidikan Islam kontemporer. Urgensi penelitian ini didorong oleh tantangan modernitas yang mengancam keutuhan pemahaman keilmuan Islam, seperti krisis spiritualitas, dominasi hafalan tanpa nalar kritis, dan dikotomi ilmu. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka dan analisis isi, penelitian ini menganalisis QS. Az-Zumar ayat 9 dan hadis mengenai keutamaan orang berilmu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Bayani, Burhani, dan Irfani membentuk model pendidikan Islam yang mengintegrasikan dimensi tekstual, rasional, dan spiritual secara simultan. Pendekatan ini berupaya mengoptimalkan potensi peserta didik melalui pemahaman teks wahyu (Bayani), penguatan nalar kritis (Burhani), dan pembentukan kesadaran batin serta akhlak mulia (Irfani). Kontribusi utama penelitian ini adalah menawarkan paradigma alternatif dalam pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran Islam yang mampu menjawab kompleksitas tantangan zaman dan melahirkan generasi Muslim yang berilmu, berakal, dan berjiwa.





