Optimalisasi Manajemen Kinerja Dinas Kesehatan dalam Mendukung Pelaksanaan Program Penanggulangan HIV/AIDS Di Kota Kotamobagu
DOI:
https://doi.org/10.66052/kvbeqs37Keywords:
Performance Management, HIV/AIDS, ODHA, Stigma Sosial., Dinas KesehatanAbstract
Penyakit HIV/AIDS merupakan krisis kesehatan yang membutuhkan penanganan komprehensif. Di Kota Kotamobagu, tingginya stigma masyarakat dan ketakutan akan pelanggaran privasi menjadi hambatan utama bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) untuk memeriksakan diri secara terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu dalam program penanggulangan HIV/AIDS pada periode 2013-2026. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara secara purposive dengan para pegawai pengelola program serta analisis dokumen data kumulatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Kesehatan memfokuskan kinerjanya pada skrining awal dan layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) dengan menjadikan Puskesmas Gogagoman sebagai rujukan utama. Program ini secara spesifik menyasar populasi kunci, kelompok rentan, serta generasi muda. Sebagai solusi atas stigma sosial, fasilitas kesehatan menerapkan jaminan privasi yang ketat dan memberikan akses pengobatan ARV secara gratis sesuai perlindungan hukum. Kinerja ini terbukti efektif; dari total 36 pasien HIV dan 145 pasien AIDS pada rentang 2013-2026 (dengan 12 kematian), sebanyak 163 ODHA berhasil bertahan hidup dan rutin menjalani perawatan
Downloads
References
Amelia, T., Attahara, H., & Gumilar, G. (2021). Analisis kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang dalam penanggulangan HIV/AIDS di kalangan pelajar dan mahasiswa. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 7(8), 123–132.
Astuti, H. W., Astuti, I. W., Jaya, I. B. S. D., & Putra, I. W. G. A. E. (2025). Perlindungan hukum pada pekerja dengan status Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dikaitkan dengan hukum kesehatan. Jurnal Pendidikan Indonesia, 6(5), 2515–2523.
Hati, K., Shaluhiyah, Z., & Suryoputro, A. (2017). Stigma masyarakat terhadap ODHA di Kota Kupang Provinsi NTT. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 12(1), 1–12.
Helwani, & Setiawan, I. (2024). Strategi pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dalam penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Bandung (Studi pada Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Bandung). Jurnal JISIPOL, 8(2), 54–69.
Herdanindita, E., Shaluhiyah, Z., & Suryoputro, A. (2025). Assessment of social media needs for HIV prevention among adolescents in Semarang City, Indonesia. Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education, 13(SI 2), 39–48.
Hermayanty, I., & Yulianti. (2020). Peran Dinas Kesehatan dalam penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Sumedang. Journal of Regional Public Administration (JRPA), 5(2), 24–35.
Hidayatullah, M. T., Nugraheni, S. A., Widjanarko, B., & Kartini, A. (2026). Integrated situational analysis of chronic energy deficiency to inform a community-based mentoring model in Indonesia. KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 21(4), 987–1003.
Islam, F., Ahmad, H., Akbar, F., Khaer, A., Suryadi, I., & Perdana, A. A. (2025). Karakteristik sosiodemografi, klinis, dan komorbiditas pasien tuberkulosis dengan hasil pengobatannya. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 15(4), 895–904.
Noriza, A., & Munib, M. A. (2023). Perlindungan atas hak rahasia status medis Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 1966 tentang Wajib Simpan Rahasia Kedokteran (Studi di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro). Justitiable, 6(1), 18–31.
Oktora, R., Adrianto, R., Wisnuwardani, R. W., & Wati, R. (2024). Analysis of factors associated with the performance of HIV/AIDS program managers at the East Kutai District Health Service. Contagion: Scientific Periodical of Public Health and Coastal Health, 6(2), 1474–1486.
Oktora, M., dkk. (2024). Evaluasi program penanggulangan HIV/AIDS dan peran infrastruktur kesehatan daerah. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(2), 45–58.
Rupiarsieh. (2020). Evaluasi kebijakan penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Bojonegoro (Studi kasus di Dinas Kesehatan). JIAN - Jurnal Ilmiah Administrasi Negara, 4(1), 14–19.
Shaluhiyah, Z., Musthofa, S. B., & Widjanarko, B. (2015). Stigma masyarakat terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Kesmas: National Public Health Journal, 9(4), 333–339.
Sihombing, E., & Sihombing, J. (2024). Kebijakan lintas sektor dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tingkat daerah. Jurnal Kebijakan Publik, 15(1), 10–22.
Sihombing, N. S., & Sihombing, T. (2024). Efektivitas program penanggulangan HIV/AIDS di Dinas Kesehatan Kota Medan. SAJJANA: Public Administration Review, 2(2), 1–13.
Sirait, E. F., Sajinadiyasa, I. G. K., & Sukmawati, N. M. D. D. (2026). Karakteristik penderita koinfeksi HIV dengan tuberkulosis paru di Poliklinik VCT RSUP Ngoerah tahun 2024. Jurnal Impresi Indonesia (JII), 5(2), 594–601.
Sirait, R., dkk. (2026). Karakteristik klinis dan derajat imunosupresi pada pasien koinfeksi HIV dan Tuberkulosis Paru. Jurnal Kedokteran Indonesia, 18(1), 77–85.
Susilawati, E. (2020). Implementasi kebijakan penanggulangan HIV/AIDS pada Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi. JPASDEV (Journal of Public Administration and Sociology of Development), 1(1), 1–17.
Tsani, R. A., & Retnowulandari, W. (2025). Diskriminasi sosial perempuan ODHA: Analisis peraturan dan perlindungan hukum. Jurnal Reformasi Hukum Trisakti, 7(3), 955–966.
Joint United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS). (2025). Global HIV statistics: Fact sheet 2025. UNAIDS.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Radit Leonardi Tabo, Alfito Hala’a, Iandira Lasimpara (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



